Postingan

Review Film Annabelle 2: Creation (No Spoiler)

Gambar
Tadinya, saya sedang bosan, lalu iseng melihat-lihat jadwal tayang film terbaru di bioskop-bioskop kota Malang dan mendapati film ini diputar di banyak layar; hak istimewa yang biasanya hanya didapatkan oleh film-film laris yang ditunggu-tunggu penggemarnya. Saya sendiri nggak  ngeh kalau tahun ini ada rilisan prekuel dari film Annabelle (2014) yang rilis tiga tahun lalu, yang sayangnya mendapat ulasan buruk dari kritikus dengan hanya memperoleh rating 29% di situs kritik film  Rotten Tomatoes . Didorong oleh kekecewaan pada film itu pula, saya tidak begitu tertarik untuk berebut menonton Annabelle 2: Creation ini di awal-awal tayang di bioskop. Saya pikir, ah paling juga bakal membosankan kayak film sebelumnya. Walaupun sempat kaget dengan rating 100% fresh yang diberikan kritikus di Rotten Tomatoes, sesuatu yang amat langka terjadi di perfilman Hollywood, apalagi untuk kategori film horor, saya tetap saja tidak begitu tertarik.

REVIEW THE GUYS

Gambar
Dari semua film-film Raditya Dika, secara subjektif saya harus sampaikan--dengan berat hati tentu saja karena saya selalu setia menikmati karya orang ini dari dulu--film The Guys berada di posisi paling bawah setelah Hangout. Ia seperti antiklimaks dari produktivitas Radit yang benar-benar 'keterlaluan' dalam mengeluarkan film-film terbaru. Seolah-olah film ini dibikin bukan oleh orang yang sama dengan yang menyutradarai Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu, dan Single yang menurut saya di atas rata-rata film komedi sejenisnya (tiga judul ini menurut saya paling bagus dan terfavorit). Radit seperti kehilangan sentuhan magisnya di film ini. Memang masih tetap ada lucunya, tapi tak memadai. Humor-humornya terkesan biasa saja dan di beberapa adegan malah garing. Tanpa mengurangi penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para kru film yang selalu "dipamerkan" Radit dalam vlognya selama proses syuting yang melelahkan itu, harus saya katakan bahwa naskah The Gu...

Menikmati Peluh Darah Perjuangan dalam Perantauan

Gambar
Gambar: gadangdirantau.wordpress.com Kredo yang jamak didengar itu, yang mengukuhkan bahwa lelaki Minang sesungguhnya terlahir membawa tabiat perantau dalam aliran darahnya itu, mungkin memang tepat adanya. Saat ini, berdasarkan itu pula barangkali bisa kutahbiskan diri sendiri sebagai lelaki Minang sejati (uhuk). Spirit merantau ini telah mengalir dalam nadiku sejak usiaku bahkan masih belum genap tiga tahun. Diboyong meninggalkan kampung halaman oleh papa dan mamaku menuju negeri nan jauh di seberang lautan sana, menyeberangi selat Malaka, dengan perahu tongkang nelayan seadanya, yang tiap lima menit sekali semua penumpang lelaki di atas perahu berebut menguras air laut yang merembes masuk tiada henti sepanjang malam agar kami semua tidak karam diamuk gelombang lautan yang mengganas, tubuh mungilku yang harus dibungkus plastik agar tidak kuyup kedinginan oleh guyur hujan dan tempias air laut, demi mencari nasib penghidupan yang lebih baik, tentu menjadi pengalaman hidup tak te...

#10DaysKF Hari ke-6: "What doesn't kill you makes you stronger"

Gambar
Sumber gambar: Funimation Gais, percayalah, diremehkan dan dianggap sebelah mata terhadap suatu hal yang kita banggakan itu nggak ada enak-enaknya sama sekali. Kalau ketemu orang-orang yang hobinya meremehkan kita seperti itu, rasanya pengen nyewa Apollo 11 buat ngirim itu orang ke Bekasi Planet Yupiter. Kayak aku misalnya, nih. Aku bangga sekali dengan gadis pujaanku itu, Maudy Ayunda. From the earth to the moon lah istilahnya cintanya aku sama dia. Tapi kamu tahu? Entah kenapa orang-orang selalu meremehkanku. Aku dituduh mengidap halusinasi akut. Nggak tahu diri. Bahkan ada yang berniat menyumbangkanku cermin segede lapangan sepakbola agar aku segera sadar dan insaf. Menyebalkan, memang. Padahal, kan, kalau dipikir-pikir dengan saksama, apakah mustahil aku bisa menikah dengan Maudy Ayunda? Yaaa , memang mustahil, sih.hehehe

#10DaysKF Hari ke-5: If This Was a Movie

Gambar
Tulis tiga film yang paling berkesan buatmu dan jelaskan kenapa berkesan Sumber gambar: IMDB Ngomong-ngomong, walaupun aku suka sekali tema hari ini, si Momon #KampusFiksi itu harus tetap disiram kuah soto panas lalu ditabokin ramai-ramai. Kenapa film yang diminta cuma tiga biji, Mon? Harusnya minimal sepuluh biar seru! Tapi, ya, sudahlah. Menghadapi jones memang kudu banyak-banyak mengurut dada teman sebelah . Bagaiamana sebuah film bisa dianggap bagus? Sederhana saja menurutku. Film yang bagus adalah film yang meskipun ditonton berulang-ulang, tetap tidak akan membuatmu bosan. Bahkan setiap ditonton kembali, kamu seakan menemukan hal yang sama sekali baru dari film itu yang sebelumnya luput begitu saja dari perhatianmu. Kamu pun mendapatkan kesan mendalam yang akan sangat sulit untuk disingkirkan dari memori dan perasaan. Bahkan akan muncul gegebu kerinduan untuk menonton ulang ketika suatu hari kamu merasa dunia ini sudah sangat membosankan dan kamu ingin melarikan diri d...

#10DaysKF Hari ke-4: Dia

Gambar
Coba ceritakan bagaimana pertemuan pertamamu dengan si dia   Sumber gambar: Instagram/Maudy Ayunda Terus terang, aku bingung. Tentang apa dan siapa yang harus kuceritakan di hari keempat ini. Kupikir tadinya temanya enteng banget, cuma disuruh menceritakan pertemuan pertamamu dengan si dia. Makin terkesan mudah karena kamu nggak perlu menyebutkan nama. Kalaupun ingin, barangkali cukup dengan 'sebut saja Bunga'. Kemudian, begitu sepuluh jariku sudah mengambil ancang-ancang di atas keyboard laptop, sudah pula kuputar satu playlist One OK Rock dengan mode 'repeat all' , sudah nyiapin camilan, pengaturan hape kusetel pula ke 'airplane mode' buat jaga-jaga kalau-kalau ada telepon nyasar dari agen MLM , kusiapkan kepalaku dengan memori-memori lama, eh ... tiba-tiba saja aku nge-blank. Si dia yang mana yang akan kuceritakan??!

#10DaysKF Hari ke-3: Buku Menu Keinginan

Gambar
Sebutkan lima hal yang ingin kamu capai di tahun ini Sumber gambar: Instagram/Maudy Ayunda WISUDA SARJANA!   Jelas itu jawaban otomatis yang akan terlontar dariku kalau kamu bertanya soal keinginan-keinginan. Apakah kamu menanyakannya sambil tertawa, sambil makan, sambil mengenang masa lalumu yang hitam legam penuh noda dan berdarah-darah itu, sambil menghadiahiku tatapan iba, atau bahkan bertanya tanpa sengaja, sebagai basa-basi pembuka obrolan belaka misalnya ketika bertemu denganku setelah tidak saling berkomunikasi sekian lama, jawabanku akan tetap sama. Lulus kuliah adalah prioritas teratas dalam rencana-rencanaku saat ini. Di 2017 ini, sebelum aku berulang tahun yang ke sekian puluh sekian, aku sudah harus memiliki gelar sarjana. Jadi, kalau nanti kamu mau mengirimiku kartu ucapan selamat ulang tahun, bisalah kamu bubuhkan gelar kehormatan itu di belakang nama lengkapku: Happy birthday, Mr. Jumaiko Ahmadi, S.Psi. Aih, membayangkannya saja, sudah kembang kempi...