Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cuap-Cuap

Menikmati Peluh Darah Perjuangan dalam Perantauan

Gambar
Gambar: gadangdirantau.wordpress.com Kredo yang jamak didengar itu, yang mengukuhkan bahwa lelaki Minang sesungguhnya terlahir membawa tabiat perantau dalam aliran darahnya itu, mungkin memang tepat adanya. Saat ini, berdasarkan itu pula barangkali bisa kutahbiskan diri sendiri sebagai lelaki Minang sejati (uhuk). Spirit merantau ini telah mengalir dalam nadiku sejak usiaku bahkan masih belum genap tiga tahun. Diboyong meninggalkan kampung halaman oleh papa dan mamaku menuju negeri nan jauh di seberang lautan sana, menyeberangi selat Malaka, dengan perahu tongkang nelayan seadanya, yang tiap lima menit sekali semua penumpang lelaki di atas perahu berebut menguras air laut yang merembes masuk tiada henti sepanjang malam agar kami semua tidak karam diamuk gelombang lautan yang mengganas, tubuh mungilku yang harus dibungkus plastik agar tidak kuyup kedinginan oleh guyur hujan dan tempias air laut, demi mencari nasib penghidupan yang lebih baik, tentu menjadi pengalaman hidup tak te...

#10DaysKF Hari ke-1: Menjinakkan Ekspektasi

Gambar
Bagaimana tipe kekasih yang kamu dambakan? Sumber gambar: instagram +Maudy Ayunda   Pertanyaan semacam ini sebelas dua belas dengan 'apa cita-citamu kalau sudah besar nanti?'. Sebab, jawabannya akan sangat spekulatif, over-expectation, ngawang-ngawangan, kalau tidak ingin dianggap sebagai khayalan yang terlampau tidak tahu diri. Aku misalnya, sejak usia lima tahun, setiap ditanyai tetangga mau jadi apa bila sudah besar nanti, sigap mulut mungilku menjawab: jadi dokter. Sekarang, dua puluh tahun kemudian, eksistensi terhebat yang berhasil kugapai sejauh ini masih berkisar pada satu keadaan yang membosankan ini: mahasiswa injury time yang masih sibuk bolak-balik bimbingan skripsi ke kampus agar segera menjadi manusia sarjana, sementara mantan-mantanku semasa SMA sudah kawin semua dan beranak berkali-kali (mantanmu-mantanmu kucingkah?) . Bukan sarjana kedokteran, tentunya, sebagaimana yang kucita-citakan sedari balita. Ya, walaupun bisa juga aku berkilah ke orang-orang ...

Titik Tolak dan Titik Balik

Gambar
Untuk apa Tuhan menciptakan jalan kehidupan seorang hamba yang berbelok-belok tajam? Tentu bukan untuk sebuah kesia-siaan. Bahasa syari'atnya mengatakan, "Selalu ada hikmah di balik segala kejadian". Sesederhana itu yang kupercayai dan yakini, setiap kali roda kehidupanku mulai menggelinding menuju turunan tajam yang bikin sesaknya dada dan susah terpejamnya mata di malam gulita. Meskipun aku bukan muslim sesempurna akhy-akhy idamanmu, namun jauh di lubuk jiwaku, aku percaya Tuhan tak akan menelantarkanku remuk dalam cerita perjalanan yang tak kuasa kuampu.

Tentang Dunia yang Sempit dan Jaring-Jaring Nasib

Gambar
Alkisah, nyaris 5 tahun silam, saya berkenalan dengan seorang penulis blog yang rajin nulis puisi di facebook melalui sebuah kebetulan yang remeh. Kami rajin saling mengomentari status, dari canda-candaan garing hingga menggalau-galaukan diri dengan saling sambung puisi yang kemudian oleh si teman ini ditulis ulang dalam bentuk puisi duet.

Halo, Pengecut!

Gambar
Sumber gambar: swl-speranza.blogspot.com Sepanjang ingatan saya, sampai segede ini, saya belum pernah memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu atau yang biasa orang-orang istilahkan dengan fobia. Tiba-tiba sesosok bayangan hitam nyeletuk dari belakang, "Kalau fobia sama mantan gimana, Mas? Juga enggak?" Belum, belum, senyesek apapun ketemu mantan, masih belum sampai ke taraf itu kok, tenang saja. Mantan itu bagaimanapun juga tetaplah salah satu anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Yah, kayak yang dibilang neng Raisa, semacam Mantan Terindah gitu lah, kurang lebihnya. Sebab, katanya sih, kata

Pulang (?)

Gambar
Sumber gambar: ketikketik.com Malam ini, saya ingin ngomongin tentang hal yang nggak penting. Motivasinya cuma satu: pokoknya saya harus tetap menulis. Itu aja sih. Penting nggak penting kan urusan belakangan. Farhat Abbas aja yang selalu konsisten bikin tulisan-tulisan 'keren' dan nggak penting begitu, pede-pede aja kok doi. Apalagi ini Indonesia.