TAK ADA MAUDY AYUNDA LAGI BESOK PAGI
Siang ini aku jalan kaki jauh sekali di tengah terik matahari yang membuat ubun-ubunku berkedut. Hanya untuk menjemputmu ke Mal. Aku tidak memikirkan akan membawamu pulang naik apa. Yang jelas aku harus menemuimu dulu dan menjelaskan tentang perasaanku. "Kamu seriusan jalan kaki?" Aku mengibas leher kausku yang basah berkeringat sambil senyum megap-megap dengan muka terasa menghitam. "Iya, jalan kaki. Seperti yang kamu lihat." Kamu mematutku seperti alat scanner security, dari atas ke bawah, berkali-kali. "Kurang kerjaan banget, sih." Gerutumu dengan kening berlipat-lipat serta bibir mengkerut--namun tentu saja kamu tetap cantik. "Kan, bisa naik ojek online yang murah."