Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tulisan Apa Saja

Titik Tolak dan Titik Balik

Gambar
Untuk apa Tuhan menciptakan jalan kehidupan seorang hamba yang berbelok-belok tajam? Tentu bukan untuk sebuah kesia-siaan. Bahasa syari'atnya mengatakan, "Selalu ada hikmah di balik segala kejadian". Sesederhana itu yang kupercayai dan yakini, setiap kali roda kehidupanku mulai menggelinding menuju turunan tajam yang bikin sesaknya dada dan susah terpejamnya mata di malam gulita. Meskipun aku bukan muslim sesempurna akhy-akhy idamanmu, namun jauh di lubuk jiwaku, aku percaya Tuhan tak akan menelantarkanku remuk dalam cerita perjalanan yang tak kuasa kuampu.

Hujan....

Gambar
I love the rain, but I love you more than that... Kita tidak pernah tumbuh bersama menjadi teman masa kecil. Ketika kita lahir, orang tua kita tidak pernah bercerita satu sama lain lalu menjodoh-jodohkan bayi mereka, bahkan mereka tidak saling mengenal. Kita tidak pernah memiliki hobi anak-anak remaja yang sama, kamu dengan dunia remajamu, aku dengan dunia remajaku.

Just Another Uneg-Uneg

Gambar
Miris, kebanyakan pemimpin di Indonesia ini yang terjerat kasus korupsi mulai dari kelas teri hingga kelas kakap adalah seorang MUSLIM. Lama-lama kondisi ini akan menimbulkan sentimen negatif yang menyerembet ke latar belakang agama, meskipun sesungguhnya yang salah itu adalah personalnya, bukan agamanya.

Alay!

Gambar
Saya mengaku, saya juga pernah mengalami fase alaysitas dalam ber-SMS ataupun memposting status di media sosial, tapi ke- alay -an itu lebih menonjol di SMS. Itu dulu sekali, 5-6 tahun lalu, ketika saya baru memasuki masa remaja awal. Seiring bertambahnya usia, kecendrungan abnormal tersebut lambat laun berkurang bahkan sama sekali lenyap. Bahkan saat ini timbul reaksi terbalik ketika saya menemui tulisan-tulisan alay ini, yang dulunya 'menyukai' menjadi benci, alergi, atau bisa jadi telah menyebabkan phobia. 

Hanya Sedikit Letih

Sudah pukul setengah sepuluh malam, udara kota ini mulai berembun, kulit tipis ini mulai digerayangi dingin yang dibawa semilir angin nakal. Dan seharusnya, dulu sekali, ketika saya masih mengenakan seragam putih-merah, di jam-jam seperti ini segala hiruk-pikuk sudah padam. Berganti bebunyian binatang malam yang sedang mendapat giliran pesta menggantikan makhluk siang. Pukul sembilan malam, terasa sudah amat gelap, anak-anak kecil disuruh segera berangkat ke tempat tidur, esok pagi mesti bangun subuh-subuh, sholat, lalu siap-siap ke sekolah. Itu dulu, belasan tahun lalu. Ah, rasanya baru kemaren sore saya menangis pulang sekolah gara-gara dibully teman-teman geng bandit di sekolahan. Oh, itu, cinta monyet itu, rasanya belum genap sehari dia terpangkas dari perasaan, ditolak.hahahaha

Siapa yang salah?

Gambar
Siapa yang salah ketika fenomena seperti ini terjadi di sebuah kampus besar? Apakah mahasiswa yang harus disalahkan karena dianggap mengkhianati identitas intelektualnya? Ataukah pihak birokrasi kampus yang perlu disadarkan agar memberikan fasilitas parkir yang lebih layak? Ironis, namun memang seperti inilah kenyataan yang tertangkap lensa kamera.

Tulisan Yang Berserakan

Selama beberapa menit saya tertegun di depan layar laptop, kembali mengalami sindrom yang sama setiap kali mengalami jalan buntu: NGEBLANK! Yap, untuk ke sekian kalinya saya terbengong-bengong menghadapi kenyataan bahwa tulisan saya masih belum selesai-selesai setelah berjam-jam terbengkalai dalam dua paragraf yang berantakan. Dan sekarang sedang memasuki jam yang ke-28 kurang lebih. Artinya, sudah sehari semalam plus sepagi tulisan saya macet! Arrrgggggghhhh (lagi menggigit ayam goreng)

Dulu Pena Sekarang Keyboard

Saya terkenang akan beberapa kisah tentang para ulama dan ilmuwan di masa lalu. Entahlah, ingatan saya akan cerita-cerita itu muncul begitu saja ketika tahu-tahu saya ngeblank di depan layar laptop, membiarkan waktu terus bermanuver cepat menyalib saya, meninggalkan saya termenung tanpa tulisan apapun di lembar kerja Ms Word saya. Kursor berkedip-kedip, seolah mengejek saya yang masih belum menemukan ide untuk memulai sebuah tulisan. Lalu, ingatan itu berkelebat tiba-tiba.

Pertanyaan 'Ngiuuuung'

Setiap orang pasti pernah--bahkan sering--mendapati semacam suara gaduh dalam kepalanya. Seperti suara lebah mungkin. Mengaung--suara harimau apa lebah sih? kalau harimau mengaum bukan ya? Aduh bingung, nanti deh saya lihat KBBI lagi--tak jelas dalam pikiran. Iya, benar, semua orang selalu punya pertanyaan sendiri yang berkelebat-kelebat hebat dalam dirinya. Itu juga yang saya alami beberapa hari belakangan ini, tepatnya setelah saya memutuskan untuk mulai menulis di blog lagi.

Penggalan-Penggalan Harapan

Apa yang membuatmu berharap terhadap suatu hal?  Apa yang mendorongmu untuk menjaga hatimu, asamu, dan segenap daya tahan pikiranmu, untuk selalu menjaga agar harapan itu tetap menyala? Lalu bagaimana bila kau lelah menanti harapan yang tak kunjung membawa kabar baik? Aku dan harapanku. Kau, kita, dan harapan-harapan yang tersimpan rapat di relung jiwa. Terpatri mati dalam sanubari. Ah, terlalu puitis.