Postingan

Hujan....

Gambar
I love the rain, but I love you more than that... Kita tidak pernah tumbuh bersama menjadi teman masa kecil. Ketika kita lahir, orang tua kita tidak pernah bercerita satu sama lain lalu menjodoh-jodohkan bayi mereka, bahkan mereka tidak saling mengenal. Kita tidak pernah memiliki hobi anak-anak remaja yang sama, kamu dengan dunia remajamu, aku dengan dunia remajaku.

Sang Pendatang Baru dengan Inovasi Tinggi

Gambar
OPPO N1, Smartphone pertama dengan teknologi kamera berputar Barangkali tidak banyak penikmat gadget di Tanah Air yang mengenal merek ini sebelumnya, di tengah persaingan smartphone baik branded maupun lokal yang begitu ketat, ia tiba-tiba muncul ke permukaan, menyentak pasar tiba-tiba, tidak tanggung-tanggung, produk-produk yang diluncurkan ke pasaran dengan lantang mengusung spesifikasi gahar dan menyasar lini high end!

Masih Alay?

Gambar
Saya curiga, jangan-jangan operator seluler selama ini turut berpartisipasi dalam pengrusakan bahasa Indonesia dan pertumbuhan generasi alay di negara ini. Coba perhatikan, orang-orang yang menulis SMS alay, alasan pertamanya adalah penghematan karakter dalam kalimat yang dikirim demi menghemat biaya pula. 

Just Another Uneg-Uneg

Gambar
Miris, kebanyakan pemimpin di Indonesia ini yang terjerat kasus korupsi mulai dari kelas teri hingga kelas kakap adalah seorang MUSLIM. Lama-lama kondisi ini akan menimbulkan sentimen negatif yang menyerembet ke latar belakang agama, meskipun sesungguhnya yang salah itu adalah personalnya, bukan agamanya.

Alay!

Gambar
Saya mengaku, saya juga pernah mengalami fase alaysitas dalam ber-SMS ataupun memposting status di media sosial, tapi ke- alay -an itu lebih menonjol di SMS. Itu dulu sekali, 5-6 tahun lalu, ketika saya baru memasuki masa remaja awal. Seiring bertambahnya usia, kecendrungan abnormal tersebut lambat laun berkurang bahkan sama sekali lenyap. Bahkan saat ini timbul reaksi terbalik ketika saya menemui tulisan-tulisan alay ini, yang dulunya 'menyukai' menjadi benci, alergi, atau bisa jadi telah menyebabkan phobia. 

Hanya Sedikit Letih

Sudah pukul setengah sepuluh malam, udara kota ini mulai berembun, kulit tipis ini mulai digerayangi dingin yang dibawa semilir angin nakal. Dan seharusnya, dulu sekali, ketika saya masih mengenakan seragam putih-merah, di jam-jam seperti ini segala hiruk-pikuk sudah padam. Berganti bebunyian binatang malam yang sedang mendapat giliran pesta menggantikan makhluk siang. Pukul sembilan malam, terasa sudah amat gelap, anak-anak kecil disuruh segera berangkat ke tempat tidur, esok pagi mesti bangun subuh-subuh, sholat, lalu siap-siap ke sekolah. Itu dulu, belasan tahun lalu. Ah, rasanya baru kemaren sore saya menangis pulang sekolah gara-gara dibully teman-teman geng bandit di sekolahan. Oh, itu, cinta monyet itu, rasanya belum genap sehari dia terpangkas dari perasaan, ditolak.hahahaha

Siapa yang salah?

Gambar
Siapa yang salah ketika fenomena seperti ini terjadi di sebuah kampus besar? Apakah mahasiswa yang harus disalahkan karena dianggap mengkhianati identitas intelektualnya? Ataukah pihak birokrasi kampus yang perlu disadarkan agar memberikan fasilitas parkir yang lebih layak? Ironis, namun memang seperti inilah kenyataan yang tertangkap lensa kamera.